Arsip

Archive for the ‘ARTIKEL’ Category

Peran Seni Rupa dalam Pertunjukan Teater

10 Oktober 2014 Tinggalkan komentar
Pertunjukan Jambo Beranak Duri dalam Daging karya Sulaiman Juned, merupakan salah satu contoh bagaimana peran seni rupa dalam pertunjukan teater mulai tata rias, kostum, pencahayaan, setting, properti, dan unsur lainnya.

Pertunjukan Jambo Beranak Duri dalam Daging karya Sulaiman Juned, merupakan salah satu contoh bagaimana peran seni rupa dalam pertunjukan teater mulai tata rias, kostum, pencahayaan, setting, properti, dan unsur lainnya.

Oleh Ansar Salihin

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk yang mengenal keindahan (animal a esthetikum). Manusia dalam usaha menuju ke arah penyempurnaan hidupnya memiliki dorongan dan keiinginan untuk memperbaikai diri. jadi manusia dalam Kesenian merupakan salah satu unsur dari kebudayaan manusia, setiap manusia memiliki nilai seni dalam dirinya. Hal ini terungkap dalam nilai seni atau keindahan tersebut manusia berekpresi menghasilkan karya-karya seni yang didalamnya terdapat nilai-nilai estetika. Baca selengkapnya…

Kategori:ARTIKEL

Revitalisasi Kesenian Tradisi-KKNPPM-2013

4 September 2014 Tinggalkan komentar

Kuliah Kerja Nyata Program Pengabdian Masyarakat ( KKN PPM ) merupakan salah satu perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Pengabdian merupakan suatu wujud kristalisasi dan integralisasi dari ilmu yang tertuang secara teoritis di bangku kuliah untuk diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat luas.

Selengkapnya Klik di Revitalisasi Budaya Lokal di Lubuk Landai- LAPORAN KKNPPM Baca selengkapnya…

Kategori:ARTIKEL

Monolog Edminus Anderskor “Harus Jadi Presiden”

Monolog Edminus Anderskor Oleh Agus Susilo (Foto: Ansar Salihin, 2014)

Monolog Edminus Anderskor Oleh Agus Susilo (Foto: Ansar Salihin, 2014)

Catatan : Ansar Salihin
Sumber: http://lintasgayo.co/2014/06/03/monolog-edminus-anderskor-harus-jadi-presidenSumber: http://kuflet.com/2014/06/monolog-edminus-anderskor-telor-penonton/%5B/embed%5D

Pertunjukan teater monolog Edminus Anderskor Harus Jadi Presiden tampil di Gedung Teater Arena Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang Selasa (3/6/2014). Pertunjukan ini merupakan karya/sutradara/aktor Agus Susilo, seorang Penggiat Teater Rumah Mata Medan. Baca selengkapnya…

Hikayat Cantoi: Teater Tutur Aceh P.M.T.O.H Menuju Teater Modern – Acehmediart | Seputar Seni Aceh

Motif Emun Berangkat Kerawang Gayo

Kategori:ARTIKEL, Kriya

Dramaturgi: Kerja Kreatif Dunia Teater

Untitled-1mkKunci utama dalam pentas teater adalah kerja sama antara aktor dan penata artistik, aktor  sebagai perabot artistik, artistik panggung memberikan gambaran rupa suasana, cerita menguatkan karakter peran dan mempertegas makna pesan, kajian lakon dibutuhkan bahasa gerak, dan rupa untuk memvisualkannya menjadi realitas teater, lakon digali secara ideologis, analogis, dan historis, interpretasi terhadap lakon kerja kreatif awal sutradara dan aktor, pemeran mewujudkannya dalam lakon, penata artististik dalam karya rupa, paskah lakon/puisi harus diinterpretasikan. Baca selengkapnya…

Kategori:ARTIKEL, Teater

Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan

1. KONSEP-KONSEP DAN KONSEPSI-KONSEPSI KHUSUS MENGENAI PERGESERAN MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa proses-proses pergeran masyarakat dan kebudayaan, termasuk lapangan penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamika sosial. Konsep yang terpenting ada yang mengenai proses belajar kebudayaan sendiri, yakni internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi. Selain itu ada proses perkembangan kebudayaan umat manusia(evolusi kebudayaan) dari bentuk-bentuk kebudayaan yang sederahana hingga yang makin lama makin kompleks. Proses lainnya adalah proses pengenalan unsur-unsur kebudayaan asing yang disebut proses akulturasi dan asimilasi. Ada proses pembaruan(inovasi) yang berkaitan erat dengan penemuan baru(discovery) dan invention. Baca selengkapnya…

Kategori:ARTIKEL, BUDAYA
%d blogger menyukai ini: