Beranda > KARYA SASTRA, Puisi > Puisi Tiara Mairani

Puisi Tiara Mairani

5708_604173412941823_369568233_n1LUKA DIBALIK SENYUM

Angin hantarkan jiwa
bulan temani gelap
sepi sunyi telah bercahaya
mentari dinanti datang menghapus embun
ranting tersenyum menanti daun
ilalang melambai menanti senja
tak terasa
menanti waktu lepas rindu tak bertepi
hati terobati
bertemu tak ingin berpisah
tapi raga tertahan lama hantar luka
ombak keras menghantam pasir
malam berteman hujan menati pagi

Padang, 1 Mei 2012

SIANG IKAN MAS

Sejuk selimut jiwa di lintasan matahari
Deru air bawa makan hidup
Hajau ramai beri terang
Akur, damai penuh arti
Saat matahari hilang tinggal hitam
Melangkah tinggalkan engkau
Mata akan jauh, biar hati tetat bersama

Padangpanjang, 25 April 2012


KEMISKINAN

Mentari menyinari
Embun menghilang
kicau burung ramaikan alam
tuntutan kembali dijalani
kerja membanting tulang demi sesuap nasi
Seiring berjalannya waktu
Matahari sejengkal dikepala
Terkadang hujan disiang hari
Keluahan mengeledak
Kesabaran mulai diuji
Bagaimana pun harus dijalani
Disaat dia ingin bermain,makan dan tidur pulas
Tapi tak dia dapatkan
impian sekolah mempunyai cita – cita tinggi
Hanya tinggal mimpi
kemiskinan menyiksa mereka untuk meminta – minta sepanjang jalan
terik matahari berdebu panas
dingin hujan dihadapi demi sesuap nasi
Betapa mulia hatinya
tanpa berasalkan kakinya menelusuri jalan
meminta – minta untuk bertahan hidup
apa salah mereka?
Kenapa mereka diperlakukan sekejam itu?
semua karena uang
Jangan sakiti mereka
kapan jiwa kemanusian itu akan muncul?
ketahuilah mereka hanya korban kemiskinan

Padang, 30 Maret 2012

RINDU DIBALIK KALBU

Kau rangkai ranting patah berteman daun kering
kau sirami bunga layu
kau datang dan berlalu diujung senja
hilang tak terlihat
gelap kau datang bagai bulan
diam kau ramaikan dengan hujan
hening diujung sunyi berteman rindu dbalik kalbu
angin berlalu tak berarah
beri ku pentunjuk
engkau dimana?

Padang, 10 Mei 2012

TETESAN TERAKHIR

Cahaya redup dalam kabut
Angin sapu luka
Kering telan rinai
Tetesan air mata tinggal jejak tanah cinta
Air mata basahi setiap langkah
Hingga tetesan terakhir
Rindu menjelma bawa kenang teringat

Padangpanjang, 3 Mei 2012

TIARA MAIRANI, lahir di Padang, 6 Mei 1993. Anak kedua dari pasangan Hendrizal dan Yenni. Sekarang menjadi mahasiswa Ilmu kesehatan masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. hobi menulis puisi,esai,cerpen dan beberapa tulisan lainnya. Cerpennya Gadis penjual buah telah terbor dalam antologi cerpen bersama .Tinggal bersama orang tua dijalan M.Hatta kapalo koto, RT 04 RW 02, kelurahan kapalo koto, kecamatan pauh, kota padang. Dapat dihubungi di : tiaramairani@ymail.com

Kategori:KARYA SASTRA, Puisi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: