Beranda > BERITA, BUDAYA, PENDIDIKAN > Profesor Berdebat pada Seminar Internasioanal Sea MAF 2012

Profesor Berdebat pada Seminar Internasioanal Sea MAF 2012

CIMG0626

Seminar Internasinal Festival Seni Melayu Asia Tenggara (Sea MAF 2012 ) hari kedua sesi pertama berlangsung di Gedung sidang DPRD Padangpanjang, Kamis 29/11/2012. Empat pemateri yang dihadirkan bukan hanya memberikan materi semata kepada peserata, namun mereka saling mengungkapkan argunmentasi antara pemateri satu dengan yang lainnya. Masalah yang diperdebatakan terkait dengan tema Seminar Internasional “Menemukan kembali Khasanah Budaya Melayu” dan terkait dengan kondisi budaya Melayu sekaranag ini. Adu argumentasu tersebut menjadikan diskusi seminar semakin hangat.

Empat guru besar tersebut diantaranya Prof. Dr. Abdul Hadi WM, budayawan dan peneliti Universitas Paramadina Jakarta, Berbicara tentang Estetika Budaya Melayu yang dikaitkan dengan kajian Ibnu Sina dan hubungan seni dengan spriritual. Ia Mengatakan “Estetika Melayu, seperti sastra, adalah turunan dari estetika Islam yang dasar-dasarnya antara lain diletakkan oleh Ibn Sina dan Imam al-Ghazali. Karena itu, pandangan kedua filosof Muslim itu mengenai estetika, baik sebagai teori seni maupun sebagai filsafat keindahan” Ungkapnya.

Selanjutnya Prof. Dr. Yusmar Yusuf, budayawan Melayu dan peneliti Universitas Riau menyampaikan makalah tentang Melayu dan Seni Kontenporer. Ia Menjelasakan keberadaan seni Melayu pada zaman Globalisasi ini, baik perkembangannya maupun keberadaan serta pertahannya secara politik “Seni Melayu seakan mengulik, menguli segala yang berpaku di masa lalu. Seakan gamang memanjat masa depan melalui anak tangga masa kini. Sehingga budaya Melayu semakin tertinggal dan keberadaan masyarakat semakin maju” Jelasnya.

Kemudian Prof. Dr. Sri Hastanto, Peneliti Institut Seni Indonesia Surakarta menyampaikan Pengaruh Kebudayaan Melayu khususnya Pantun terhadap Pembentukan Seni Budaya Lokal Nusantara. Ia mengungkapkan, setiap daerah di Nusantara menjadikan pantun sebagai bagian dari seni dari daerah masing-masing, baik daerah Melayu seperti Aceh, Batak, Minagkabau, Riau, Jambi, Palembang, Johor malaysia, Singapura, Berunai dan daerah Melayu lainnya. Kemudian juga di luar Melayu seperti Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi pantun masih berkembangkan. Bahkan sampai Zaman sekarang pantun mengikuti perkembangan zaman seperti dinyanyikan melalui Dangdut, Pop dan Keroncong.

Prof. Dr. I. Wayan Rai, Peneliti sekaligus Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar. menyampaikan makalah dengan tema Pengaruh Kebudayaan Melayu terhadap Seni Budaya Bali. Menjelasakan pengaruh kebudayaan Melayu terhadap Bali yang dapat dilacak melalui karya sastra berbahasa Melayu dengan latar belakang budaya Islam dalam khasanah kesusastraan Bali, berupa geguritan di antaranya Ahmad Muhammad, geguritan Siti Badariyah, geguritan Krama Slam, geguritan Nengah Jimbaran. Karya sastra tersebut diciptakan pada masa pemerintahan Cokorda Mantuk Dirana (Raja Badung).

Sesuai dengan tema Semianr Internasioanal menemukan kembali Khasanah Budaya Melayu. Ketika ditelusuri dari berbagai sisi, banyak perspektif yang berbeda muncul dari setiap pembicara dalam seminar tersebut. Untuk menentukan titik terang perbedaan tersebut perlu dilakukan risertpenelitian lebih lanjut. Dr. Febri Yulika panitia Seminar Internasional Mengatakan “Untuk menindaklanjuti seminar ini, panitia bersama Kurator Seminar Internasinal telah sepakat, membukukan semua makalah pemateri inti dan lima belas makalah Cell peper. Kemudian yang kedua mengadakan diskusi lanjutan membahas tema yang lebih mengkerucut lagi” Tegasnya (Ansar Salihin)

Kategori:BERITA, BUDAYA, PENDIDIKAN
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: