Beranda > BERITA, PENDIDIKAN > Tanggapan Seniman Terhadap Berdirinya ISBI Aceh

Tanggapan Seniman Terhadap Berdirinya ISBI Aceh

logo-isbi

Berdasarkan Keputasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 042/P/2012, ditugaskan kepada Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang sebagai lembaga pendirian Institut Seni dan Budaya (ISBI) di Aceh bertempat di Kota Banda Aceh. Proses pendirian ISBI tersebut, ISI Padangpanjang bekerjasama dengan Pemeritah Aceh, Dewan Kesenian Aceh, dan Seniman Aceh. Dukungan seluruh seniman dan masyarakat Aceh sangat diperlukan dalam proses pendirian ini. Berikut beberapa tanggapan dan harapan dari budayawan dan seniman di Aceh diwawancari memalui telepon selurer dari padangpanajng-Sumatera Barat.

Seniman Mistro Seudati Syehlah Geunta, mengatakan “Pendirian ISBI di Aceh sangat diperlukan untuk generasi muda di Aceh. Saya sangat mendukung program ini, karena saat ini di Aceh sangat kurang pendidikan tentang seni. Saya berharap secepatnya didirikan ISBI di Aceh, lebih cepat lebih baik jangan ada ditunda-tunda lagi” Ungkapnya.

Syehlah juga koordinator seni tardisi Aceh, menambahkan “bagi pelajar keuntangan hadirnya ISBI ini adalah dapat mengetahui dan mempelajari seni secara akademik, mungkin di sekolah mereka telah kurang mempelajari limu tentang seni. Kemudian untuk masyarakat Aceh sendiri dengan hadirnya ISBI, semoga dapat menjaga dan memelihara seni tradisi yang lebih baik lagi. Dengan hadirnya ISBI ini tentunya dapat membangun kesenian Aceh ke depannya baik secara lokal, nasional maupun internasional”

Kemudian menurut Budayawan Nab Bahany As, menyebutkan “Hadirnya ISBI di Aceh merupakan sebuah nilai positif dari pemerintah pusat terhadap kreativitas seniman Aceh. Dengan berjalannya nanti pendidikan seni di Aceh semoga dapat mengurangi masalah-masalah kesenian di Aceh.

Keuntungannya menurut Nab Bahany hadirnya ISBI Aceh “Potensi kesenian di Aceh akan lebih tergali kepermukaan, tapi itu juga tergantung bagaimana kurikulum yang diterapkan nantinya. Apabila kurikulumnya tradisi/lokal akan lebih mengembakan kesenian tradisi Aceh, namun kalau kurikulumnya modern saja mungkin akan kurang tergalinya kesenian tradisi Aceh.

Sementara itu penyair nasional asal Aceh Tengah L.K Ara, mengungkapkan “Hadirnya ISBI di Aceh menurut saya sangat bagus…bagus…bagus…. Apakah kehadiran ISBI mampu membangaun kesenian Aceh, itu tergantung kepada yang menjalankannya. Apabila yang menjalannya baik, maka baik juga nantinya ISBI Aceh itu.

Seniman Aceh Barat Mustiar A.R. juga menyatakan “Hadirnya ISBI di Aceh itu sangat bagus, dapat menampung aspirasi seniman Aceh. Kemudian kegiatan seni budaya tradisi dapat dibangkitkan dan mensejahterakan seniman. Bagi generasi muda ini merupakan keuntungan yang sangat besar, karena dapat memotivasi pelajar menyaring budaya atau tradisi luar.

Mustiar juga berharap “Supaya pemerintah, baik pusat maupun daerah memperhatikan kesenian tradisi di kampung-kampung. Mungkin mereka punya potensi di bidang kesenian tapi tidak ada tempat untuk mengapresiasikannya. Kemudian harapan saya kedua tepatkanlah orang-orang yang tepat di ISBI nanti. (Ansar Salihin)

Sumber: Lintasgao.com

Kategori:BERITA, PENDIDIKAN
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: