Beranda > ARTIKEL, BUDAYA, KARYA SENI RUPA > Analisis Tanda Motif Pucuk Rebung Kerawang Gayo

Analisis Tanda Motif Pucuk Rebung Kerawang Gayo

Oleh Ansar Salihin*)
pucuk rebung

DESKRIPSI

Rebung adalah tunas muda yang tumbuh dari akar bambu. Berbentuk meruncing ke atas, bagian pangkalnya besar dan semakin keatas semakin kecil. Permukaan yang dikelilingi oleh daun-daun muda berbentuk segitiga dan bagian ujungnya meruncing seperti ujung pedang. Gambaran dari ujung rebung dan ujung daun rebung dinamakan dengan pucuk rebung.

Pucuk Rebung adalah pucuk dari tunas bambu yang baru tumbuh yang berbentuk runcing. Motif Pucuk Rebung adalah salah satu motif yang penggambaran alam yng menyerupai Pucuk Rebung. Motif Pucuk Rebung pada umumnya terdapat di daerah melayu, namun setiap di daerah melayu memilki motif Pucuk Rebung yang berbeda dengan daerah lainnya.

Daerah Gayo (Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues) Motif Pucuk Rebung merupakan salah satu bagain dari motif Kerawang Gayo. Kerawang adalah ragam hias masyarkat Gayo yang berupa motif-motif, pola atau corak yang ditampilkan pada pakaian atau untuk memperindah bentuk bangunan, motifnya terdiri dari ulen-ulen (bulan), Tei Kukur (kotoran burung), emun berangkat (awan bergerak) dan pucuk rebung (Pucuk Rebung).

Rebung dalam bahasa Gayo sering disebut tuis (Anak Perdu ni uluh) yaitu suatu tunas yang tumbuh dari pangkal bambu. Masyarakat Gayo rebung sering digunakan untuk sayuran (Jantar Tuis: Sayur Rebung). Rebung biasanya dimasak dengan dengan ikan depik (nama ikan yang terdapat di Laut Tawar Takengon). Sayuran ikan depik dicampur rebung masyarakat Gayo menyebutnya jantar masam jing (Sayuran Asam Pedas) atau jantar pengat (sayuran kering).

Kedua jenis sayuran tersebut merupakan masakan khas masyarakat Gayo. Jantar Masam Jing merupakan sayuran memiliki dua rasa yaitu asam dan pedas, karena bumbu yang digunakan jeruk, cabe dan sedikit bumbu tambahan lainnya. Sedangkan jantar pengat adalah sayuran yang hampir sama bumbu dengan jantar masam jing, namum memilki rasa yang berbeda karena sayuran ini airnya dikeringkan sehingga rasanya akan lebih kental. Karena semua bumbu telah masuk ke dalam daging ikan.

Bentuk motif pucuk rebung di daerah Gayo berbentuk segitiga sama sisi yang disusun saling berlawanan arah, sehingga gabungan motif tersebut nampak seperti garis besar. Membedakan motif yang satu dengan lainnya adalah warna setiap motifnya. Warna Motif Pucuk Rebung dalam penerapannya biasanya menggunakan warna merah, kuning, hijau, putih, dan hitam.

Motif Pucuk Rebung biasanya dipakai untuk bordiran pakaian adat Gayo, kemudian digunakan untuk ukiran rumah, dan ukiran peralatan rumah tangga. Motif Pucuk Rebung ditenerapkan dalam sebuah produk akan dibantu oleh beberapa motif yang lainnya seperti motif Emun Berangkat dan Ulen-Ulen. Tujuannya agar motif tersebut akan lebih kelihatan hidup.

ANALISIS TANDA MENURUT FERDINAND DE SAUSSURE

Semiotika yang biasanya didefinisikan sebagai pengkajian tanda-tanda (the study of signs), pada dasarnya merupakan sebuah studi atas kode-kode, yaitu sistem apapun yang memungkinkan kita memandang entitas-entitas tertentu sebagai tanda-tanda atau suatu yang bermakna (Scholes, 1982). Sedangkan menurut Charles S. Pierce (1984), maka semiotika tidak lain daripada sebuah nama lain bagi logika, yakni doktrin formal tentang tanda-tanda” (the formal doctrine of signs).

Semiologi menurut Ferdinad de Saussre (1966) adalah ilmu umum tentang tanda, “suatu ilmu yang mengkaji kehidupan tanda-tanda di dalam masyarakat “ (a science that studies the life if sign within society). Dengan demikian, bagi peirce semiotika adalah suatu cabang dari filsafat. Sedangkan bagi Saussure semiology adalah bagian dari disiplin ilmu psikologi sosial.

Istilah semiotika dan semiologi dapat digunakan untuk merujuk kepada ilmu tentang tanda-tanda (the science of signs) tampa adanya perbedaan perbedaan pengertian yang terlalu tajam. Perbedaan diantara kedunya, menurut Hawkes (1978) adalah bahwa semiology lebih banyak dikenal di eropa yang mewarisi tradisi linguistic saussurean. Sementara istilah semiotika cenderung dipakai oleh penutur bahasa inggris atau mereka yang mewarisi tradisi peircian.

Dari dua pengertian tentang tanda “semiotika dan semiologi”, dapat dijadikan sebagai bahan untuk mengkaji tanda-tanda yang terdapat dalam sebuah karya seni. Karya seni selain memiliki fusngsi estetis juga memiliki nilai filosofis dengan sistem tanda-tanda tertentu. Melalui tanda-tanda tersebut seorang seniman mengekpresikan idenya ke dalam karya seni, sehingga komunikasi seniman sampai kepada penikmatnya.

Menurut pandangan Saussure ada lima yang menjadi peletak dasar dari stukturalisme Live Strauss yaitu pandangan tentang (1) Signifie (Penanda) dan Signified (Petanda), (2) Form (bentuk) dan Content (Isi), (3) Langue (Bahasa) dan Parole (Tuturan atau Ujaran), (4) Synchronic (Sinkronik) dan Diachronik (Diakronik) serta (5) Syntagmatic (Sintagmatig) Associative (Paradigmatik). Dalam analisis tanda ini akan dijelasakan dua komponen penting penandaan untuk karya seni rupa yakni Motif Pucuk Rebung Kerawang Gayo. Analisis Tanda tersebut adalah signifier dan signifed serta form dan content.

1. Signifier dan Signifier

Signifier (penanda) adalah bunyi yang bermakna atau coretan yang bermakna. Jadi penanda adalah aspek material dari bahasa: apa yang dikatakan atau didengar dan apa yang ditulis atau dibaca. pendapat lain penanda dikatakan sebagai tanda denotasi, yaitu makna-makna yang muncul berdasarkan teksnya. Dalam seni rupa atau kriya yang menjadi penanda adalah coretan atau ukiran yang bermakna.

Motif Pucuk Rebung yang berbentuk segitiga sebagai penggambaran alam pegunungan di daerah Gayo yang penuh dengan bukit-bukit. Kemudian juga menggambarkan bukit barisan atau segitiga sama kaki yang dijahit lurus-lurus dari pendek lebih panjang, lebih panjang lagi, lebih panjang lagi kemudian menurus beberapa kali. demikian berulang-ulang. ini menunjukkan kesatuan ikatan dalam masyarakat baik dalam kedudukan dan dalam hal keadaan.

Signified (Petanda) adalah aspek mental dari bahasa itu sendiri. Petanda merupakan suatu makna yang berhubungan dangan aspek mental dari objek karya, atau sebagai tanda konotasi yaitu makna bukan sebenarnya. Pemaknaan karya bukan berdasakan teks akan tetapi bedasarkan konteks tertentu. Sebuah karya seni petanda biasanya muncul dari ide-ide dalam mewujudkan karya.

Makna yang muncul dari Motif Pucuk Rebung karena adanya aspek mental dari bentuk asli pucuk rebung itu sendiri. Pangkalan Pucuk Rebung lebih lebar daripada ujungnya memberikan makna landasan atau idiologi. Kemajuan suatu bangsa atau daerah ditentukan oleh landasan hidupnya. Masyarakat Gayo yang hidup di daerah pegunungan memakai sistem kehidupan sehari-hari berdasarkan hukum agama dan adat. Sebagian besar penduduk di daerah Gayo beragama islam hanya beberap orang bukan islam yaitu para pendatang. Landasan itulah yang membuat masyarakat Gayo hidup yang rukun dan ramah tamah.

Susunan matif pucuk rebung yang tersusun sejajar dan menyatu menggambarkan sistem pemerintahan dan sistem kepemimpinan. Sistem tersebut dalam masyarakat masyarakat Gayo disebut Sarak Opat ( empat tempat bermusyawarah) anggotanya terdiri dari Reje (raja), Imem (Alim ulama), Petue (Cerdik pandai/tokoh adat), dan rakyat. Semua keputusan ditentukan oleh musyawarah mupakat angggota yang empat tersebut.

Kemudian filosofi bentuk pucuk rebung atau tunas bambu itu merupakan gambaran kesuburan alam di daerah Gayo, hijau dan tempat yang dingin, sehingga kehidupan nyaman dan damai. Jadi keseluruhan petanda tersebut muncul disebabkan dari bentuk yang ada. Dengan demikian secara keselurahan makna yang dimunculkan adalah kehidupan masyarakat Gayo.

2. Form dan Content

Istilah form dan content diistilahkan dengan expression dan content, satu berwujud bunyi dan yang lain berwujud idea. Bentuk (form) adalah totalitas dari pada karya seni. Bentuk itu merupakan organisasi atau satu kesatuan atau komposisi dari unsur pendukung karya. Ada dua macam bentuk: pertama Visual Form yaitu bentuk fisik dari sebuah karya. Kedua Spesial Form yaitu bentuk yang tercipta karena adanya hubungan timbal balik antara nilai-nilai yang dipancarkan oleh penomena bentuk fisiknya terhadap tanggapan kesadaran emosional.

Secara bentuk matif Pucuk Rebung telah dijelaskan di atas. Motif Pucuk Rebung berbentuk segitiga sama kaki, yang disusun sejajar dan menyatu. Ada yang berbentuk piramida dan piramida terbalik sehingga kelihatan seperti garis yang membujur. Yang menjadi pembeda antara motif tersebut dengan motif pucuk rebung lainnya pada sebuah benda adalah dari warna dan garis. Misalnya dalam pakaian adat Gayo sering memakai motif pucuk rebung, warna yang digunakan hitam sebagai dasar kain, warna merah warna pertama motif pucuk rebung, hijau motif keduanya, kuning motif ketiganya, selanjutny warna putih dan begitu seterusnya diulang-ulang. Selain daripada itu ada juga tanda yang dimunculkan secara umum yang dipakai oleh orang lain seperti tanda pangkal rebung sebagai landasan dan tanda tunas bambu sebagai tanda kesuburan.

Content (isi) merupakan subject matter seorang penghayat. Isi atau arti dihayati dengan mata batin seorang penghayat. Dengan kata lain isi adalah gagasan yang digunakan dalam ilmu bahasa (linguistik, sosiolinguistik, linguistik fungsional sistemik, analisis wacana, pragmatik, semiotika, dll) dalam dua cara yang berbeda, yaitu sebagai. (1) Ling bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna; (2) situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian.

Makna yang dumunculkan dalam motif Pucuk Rebung pada dasarnya adalah gambaran umum alam daerah Gayo, dan gambaran umum masyarakat gayo. Gambaran alam dapat dilihat jelas pada bentuk-bentuk rebung sebagai tumbuhan yang tumbuh subur di daerah Gayo. Sendangkan penggambaran masyarakat Gayo tidak ada dimunculkan dari segi bentuk, akan tetapi melalui alam akan dapat dimaknai bagaimana kehidupan masyarakatnya.

Suatu makna dalam motif tersebuit yang dilahirkan melalui bentuk akan memberikan pesan atau amanat kepada penikmat seni. Pucuk Rebung di sini di ibaratkan seperti generasi muda. Kemajuan suatu bangsa kedepannya ditentukan oleh generasi mudanya, apabila generasi muda dibina dengan baik maka bangsa tersebut masa yang akan datang akan lebih maju. Begitu juga sebaliknya, apabila generasi muda dibina dengan tidak baik maka tunggu kehancuran suatu bangsa tersebut.

Generasi muda didaerah Gayo di bina oleh Sarak Opat (Jajaran pemimpin). Generasi muda hendaknya seperti pucuk rebung yang selalu berada di atas dengan ditopang oleh pangkal dan akar (agama dan adat), selalu hidup bersatu walau ada perbedaan akan tetapi dalam satu pohon (wadah).

Harapan ini tertuang dalam ungkapan adat masyarakat gayo yakni “pantas beralo lemem bertona” (sepapah-sepupu, saling nasehat menasehati antar sesama, saling asah dan saling asuh). Pucuk rebung berbentuk segitiga merupakan lambang kekokohan. Generasi yang muda yang mimilki mental kuat dan jiwa kepemimpinan yang baik akan mewujudkan bangsa menjadi maju dan berkembang.

Berdasarkan amanat yang disampaikan dari sebuah motif alam sebagai nasehat untuk kita semua, baik generasi muda maupun para orang tua. Guru yang terbaik adalah berguru kepada alam, tampa disadari begitu banyak pelajaran yang didapat dari alam seperti amanat yang terdapat dalam pucuk rebung. Mukin secara sekilas bentuk segitiga dalam motif kerawang Gayo tidak memberikan kesan apa-apa kepada kita, namun kalau ditelusurui lebih dalam akan lebih banyak lagi amanat-amanat yang disampaikan. Belajar dari hal yang paling terkecil, suatu hari akan menjadikan itu pengetahuan yang sangat besar.

*) Mahasiswa Jurusan Seni Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Padangpanjan Bergiat di Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: