Beranda > BERITA, KARYA SENI RUPA, PAMERAN > Pameran Seni Rupa: Realita Sosial di Atas Kanvas

Pameran Seni Rupa: Realita Sosial di Atas Kanvas

Salah satu karya Nofrianton: mutilasi para pendosa

Salah satu karya Nofrianton: mutilasi para pendosa

Padangpanjang__Mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padangpanjang menggelar Pameran Ujian Akhir Penciptaan Seni Rupa pada Jumat, 2/8/2013 di Gedung Pascasarjana ISI Padangpanjang. Pameran tugas Akhir tersebut bertema Kengerian dalam Berburu Babi karya Nofrianton, S.Sn. Acara ini diresmikan oleh Ketua Prodi Pascasarjana Dr. Rosta Minawat

Pameran tersebut merupakan salah satu syarat untuk memenuhi tugas akhir program magister minat penciptaan seni. Sebelumnya pengkarya juga telah melaksanakan pameran kelayakan karya untuk menentukan layak atau tidaknya karya tersebut dipublikasikan kepada masyarakat. Delapan karya dipajang dalam pameran tersebut merupakan perpaduan antara karya dua dimensi dan karya tiga dimensi.

Dr. Rosta Minawati mengatakan sebelum melaksanakan pameran ini, pengkarya telah melewati beberapa tahapan mulai dari pengajuan proposal, penggarapan karya, ujian kelayakan dan pameran tugas akhir hari ini. Kemudian tahapan terakhir yang harus dilalui adalah kompre mempertanggungjawabkan karya tersebut secara ilmiah dihadapan penguji.

“Sebelumnya Anton telah melaksanakan ujian kelayakan, tujuannya untuk menjaga kualitas karya. Sehingga karya yang diciptakan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan memenuhi kreteria yang telah ditentukan” Ungkap Dr. Rosta Minawati dalam acara tersebut.

Karya ini mengangkat tema tentang fenomena sosial yaitu berburu babi yang terdapat di daerah Minangkabau. Berangkat dari fenomena tersebut pengkarya berkeinginan menciptakan karya yang diwujudkan di atas kanvas. Inti yang dihadirkan dalam karya tentang suasana yang dirasakan ketika binatang sedang dikepung dan dikeroyok oleh beberapa anjing. Kemudian para pemburu ikut melumpuhkan babi dengan senjata pisau, tombak dan senapan.pameran 2

Nofrianton menjelasakan “Suasana yang dilihat dari fenomena tersebut adalah melahirkan kesan ngeri. Kesan ini yang diekspresikan dalam sebuah karya seni rupa baik karya dua dimensi maupun karya tiga dimensi. Kemudian media yang digunakan cat akrilik, kertas tissu, besi, paku, kayu, kanvas dan plastik. Tujuan menggunakan media ini adalah salah satu cara untuk mencapai kesan ngeri yang akan dihadirkan dalam karya seni” Jelasnya.

Adapun karya yang dipamerkan diantaranya “Rytm in blood” ukuran 220 x 140 x 40 Cm, “Victory of blood” ukuran 150 x 120 Cm, “Dont kill us” Ukuran 170 x 145 Cm, “ Multilasi para pendosa” ukuran 176 x 145 Cm, “Dance hunter #2” ukuran 200 x 150 Cm, “Sucide Silent” ukuran 170 x 120 Cm, “Menusuk jiwa” ukuran 267 x 60 x 80 Cm, “menument of death” ukuran 267 x 60 x 80 Cm. Semua karya tersbut memunculkan ruang dan bentuk tiga dimensi di atas kanvas.

ANSAR SALIHIN

Sumber: Kuflet.com

  1. Belum ada komentar.
  1. 15 Mei 2014 pukul 15.27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: