Beranda > BERITA, SOSOK > Penyair Muda Kepies dan “Secangkir Kopi”

Penyair Muda Kepies dan “Secangkir Kopi”

image

ANSAR SALIHIN penyair muda asal
Desa Kepies Kecamatan Permata
Kabupaten Bener Meriah terima
buku Antologi Puisi Secangkir Kopi
dari The Gayo Institut (TGI) di
Sekretariat Komunitas Seni Kuflet
Padangpanjang-Sumatera Barat. Ia
merupakan salah satu penulis
dalam Antologi Puisi Secangkir Kopi
asal Bener Meriah yang sekarang
berdomisili di Padangpanjang
Sumatera Barat.

Empat Judul puisi Ansar Salihin
yang lewat seleksi dalam buku
tersebut yang dikuratori oleh Penyair
Nasional Fikar W. Eda dan Salman
Yoga S. Puisi tersebut dimuat di
Halaman 16, diantaranya Setets Kopi,
Nasib Petani, Rindu dan Secangkir
Air Hitam. Puisi-puisi tersebut
merupakan ungkapan ekspresi
kerinduan dari rantau terhadap
kampung halaman melalui bait yang
bertema Kopi.

Ansar Salihin mengatakan puisi-
puisi yang ditulisnya adalah
gambaran kehidupan petani kopi
juga kerinduan saya dari rantau
terhadap kopi di Tanoh Gayo.

“Sudah sejak kecil saya bermain dan
dibesarkan di ladang kopi, kemudian
sejak merantau ke Padangpanjang
saya terpisahkan dengan Kopi Gayo.
Rasa itu masih terkenang dibenak
dan saya ungkapkan melalui bait-
bait puisi,” paparnya pada
Lintasgayo.co melalui telepon seluler
di Padangpanjang.

Ia sekarang tercatat sebagai
Mahasiswa semester VII Jurusan
Seni Kriya Fakultas Seni Rupa dan
Desain Instutut Seni Indonesia (ISI)
Padangpanjang Sumatera Barat.
Selain mahasiswa Seni Rupa Ansar
juga aktif di Komunitas Seni Kuflet
Padangpanjang yang didirikan
Sulaiman Juned, Prof. Mursal Esten
dan seniman terkemuka lainnya.

Melalui Kuflet ia aktif menulis Puisi,
Cerpen, Esai dan karya tulis lainnya.
Selain itu juga Ansar juga aktif di
Jurnal Seni Online Kuflet.com
sebagai Editor dan Staf Redaksi.
Ansar menambahkan ia menerima
buku ini di Komunitas Seni Kuflet
Padangpanjang dari guru yang juga
orang tuanya di Padangpanjang,
yakni Pak Sulaiman Juned yang
dititipkan oleh pengurus The Gayo
Instutut beberapi hari yang lalu di
Banda Aceh.

“Saya sangat berterima kasih kepada
pak Sulaiman Juned yang telah
membimbing saya selama ini di
Kuflet sehingga puisi saya dapat
dimuat dalam Antologi Puisi Kopi,”
tambahnya.

Sebelumnya karyanya juga telah
dimuat dalam Antologi Puisi PASA
tiga bahasa bersama 11 penyair
Gayo lainnya yang diterbitkan oleh
The Gayo Institut tahun 2012. Selain
itu juga karyanya sering dimuat
dimedia cetak dan online di
Sumatera Barat dan di Gayo seperti
Postmetro Padang, Rakyat Sumbar
Bukittinggi, Padangmedia.com,
Korancyber.com, Korandigital.com,
Kuflet.com, Andalas.com,
Lintasgayo.com, Lintasgayo.co,
Kabargayo.com dan media lainnya.

Salain ia ada juga beberapa penulis
muda lainnya yang termuat dalam
Antologi Puisi Kopi berasal Bener
Meriah, yaitu Awaluddin Ishak juga
mahasiswa Jurusan Seni Kriya ISI
Padangpanjang yang berasal dari
Desa kepies Kecamatan Permata
Kabupaten Bener Meriah.

Kedua penulis pemula ini aktif
menulis beberapa media lokal di
Sumatera Barat dan Media di Tanoh
Gayo. Semoga kedepannya lebih
banyak lagi lahir penulis muda di
Bener Meriah. (e-aZa)

Sumber lintasgayo.co
lintasgayo.co/2013/09/27/penyair-muda-kepies-dan-secangkir-kopi

Kategori:BERITA, SOSOK
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: