Beranda > ARTIKEL, BUDAYA > Film Dokumenter Makam Pakubuwono III di Lubuk Landai

Film Dokumenter Makam Pakubuwono III di Lubuk Landai

Makam Pakubuwono III.jpg02

Makam Pakubuwono III.jpg02

Oleh Ansar Salihin *)

Mahasiswa KKN PPM ISI Padangpanjang tayangkan Film Dokumenter “Sejarah Makam Pakubuwono III di Lubuk Landai” Pada Sabtu, 21/09/2013. Kegiatan tersebut dilaksanakan di dusun Lubuk Landai Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo-Jambi. Acara ini diselenggarakan dalam rangka perpisahan Mahasiswa KKN PPM bersama masyarakat Lubuk Landai.

Film Dokumenter tersebut merupakan karya mahasiswa KKN PPM dalam program Pengandian Masyarakat dibidang publikasi daerah. Film ini disutradarai oleh Elfit Fahriansyah (Mahasiswa Jurusan TV/Film ISI Padangpanjang). Kemudian untuk tim produksi dianataranya Kameramen (Rian Rian Rabil Ikhsan dan Elfit Fahriansyah), Editing (Elfit Fahriansyah) Tim Risert (Ansar Salihin dan Tegus Abdillah), Naratator (Tuguh Abdillah), Penulis Narasi (Ansar Salihin dan Emilda Oktasari),

Film Dokumenter ini juga melibatkan perangkat dusun dan masyarakat Lubuk Landai. Narasumber dalam pembuatan Film ini diantaranya Datuk Rio Lubuk Landai Muhammad Isa, Kepala BPD Ibrahim, Sekretaris Dusun Lubuk Landai Baihaki, Kaur Umum Yasri dan tokoh masyarakat lainnya yang terkait masalah sejarah Lubuk Landai. Kemudian pengambilan rekaman vidionya berada disekitar Lubuk Landai.

Salah satu yang menjadi kebanggaan peninggalan sejarah Lubuk Landai adalah Makam Pakubuwono III. Sebgaimana tradisi masyarakat setiap hari lebaran kedua melaksanakan ziarah dan doa bersama di Makam tersebut. Pakubuwono III adalah putra pertama dari Sultan Sunan Pakubuwono II yang memerintah di Surakarta Tahun 1727-1749. Pakubuwono III mengikuti jejak pamnnya Mangkubumi yang merantau ke Tanah Jambi karena berselisih dengan Pakubuwono II. Mangkubumi meninggalkan Mataram Surakarta pada tahun 1747, kemudian Pakubuwono mengikuti jejak pamnnya itu pada tahun 1749.

Keinginan Pakubuwono III mengikuti jejak Mangkubumi dilatarbelakangi oleh kepahlawan pamannya melawan penjajahan Belanda pada masa itu sampai ia berselisih dengan Pakubuwono II. Selain itu juga Pakubowono III adalah seorang pembangkang sehingga sering dimarahi ibunya dan untuk mengikuti jejak pamannya. Berdasarkan hal tersebut Pakubuwono III pergi meninggalkan Mataram dan menuju Tanah Jambi.

Mangkubumi pada saat itu sedang menjabat sebagai raja Tanah Sepenggal. Awal kedatangan Pakubuwono ke menjumpai Pamannnya, Mangkubumi tidak mengakui Pakubuwono sebagai keponakannya karena tidak dapat menunjukan tanda Bukti. Lalu Pakubwono berserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Tanah Pilih (Lubuk landai Sekarang). Dianalah Pakubuwono bersama rombongan menanam bibit makanan dan mendirikan rumah. Ternayat tanah tersebut adalah ladang kapas kepunyaaan mangkubumi. Sehingga terjadilah perselisihan antara Mangkubumi dan ponakannannya Pakubuwono III.

Dengan ketabahan dan kesarabaran Pakubuwono selama lima tahun di Tanah Pilih, kemudian Mangkubumi mengadakan sidang dengan hasil keputusan bahwa Pakubuwono dinyatakan bersalah dan harus membayar denda. Selanjutnya Pakubuwono menerima keputusan tersebut dan Mangkubumi mengakui Pakubuwono adalah keponakannnya.

Makam Pakubuwono III

Makam Pakubuwono III.jpg05

Berdasarkan perundingan tersebut Pakubuwono meminta Pulang ke Mataram untuk meminta izin kepada ibunya untuk meresmikan negeri yang didirikan Labek Landai dan sebelas rumah yang dibangunnya. Kemudian mengundang Kesenian Bede Mataram utnuk meramaikan acara tersebut. Lalu ia pulang dan memberitahu ibuya tujuan dan maksud ia pulang ke Mataram, Ibunya memberi izin dan ketua kesenian Bede Mataram juga bersedia menghadiri acara tersebut.

Ketika Pakubuwono beserta rombongan kesenian sampai di Tanah Pilih, Mangkubumi langsung mengadakan diskusi dengan ketua kesenian yang juga paman Pakubuwono adik dari ibunya. Dari diskusi tersebut kedua pamannya bersepakat untuk menjodohkan Pakubuwono dengan Sri Daya Rani Anak Ketua kesenian (saudara sepupu Pakubuwono). Selaian itu juga mengangkat dan mengukuhkan Buwono sebagai Pakubowono ke III karena ia adalah anak pertama dari Sultan Sunan Pakubuwono II.

Pada tanggal 11 Maret 1745, Pangeran Mangkubumi meresmikan tiga serangkaian sukses, Pertama peresmian Desa/Dusun yang bernama Lebak Landai sepuluh tahun kemudian dirubah menjadi Lubuk Landai. Kemudian yang kedua peresmian Rumah nan 11 buah sudah selasai dibangun, menurut ketentuan/aturan Buwong rumah ini diberi nama bertulis Rumah Adat Balembago juga dikatakan rumah nan Batanganai. Sepuluh rumah sebagai rumah adat Balembago dan satu Rumah sebagai Rumah adat (Rumah gedang). Setelah itu yang terakhir peresmian pernikahan Pakubuwono III dengan Sri Ratu Daya Rani, acara ini berlangsung di Rumah Adat Gedang atau Rumah Adat Negeri.

Selama Tinggal di Lubuk Landai Pakubuwono III dan Sri Daya Rani mendapat lima orang anak. Anak tersebut diantaranya empat orang perempuan Kali Urai, Meh Mato, Meh Baik, Meh Urai dan satu orang anak laki-laki Rajo Nitah, ia meninggal berumur enam tahun lebih dahulu sebelum orang tunya. Pakubuwono Wafat tahun 1787 di Kampung Betung Dusun Lubuk Landai dekat Sungai Batang Tebo Jembatan Perlintasan Lubuk Landai dengan Pasar Lubuk Landai. Di makam tersebut juga ada Kuburan Isterinya Sri ratu Dara rani dan Kuburan Anak Laki-lakinya Rajo Nitah. Sedangkan empat orang anaknya yang lain menikah ada yang di Tanah Periuk, Candi, Rabah Ulek dan satu Orang di Lubuk landai. Maka di Makan tersebut hanya ada tiga kuburan Pakuwbuwo III, Sri ratu Daya rani dan Rajo Nitah. Sedangkan Mangkubumi Pamannya, setelah peresmian tiga serangkaian acara di atas ia kembali lagi ke Mataram Suarakarta. Sehingga peninggalan Mangkubumi secara pisik tidak dapat ditemukan di Tanah Periuk.

Itulah sekilas sejarah singkat Pakubuwono III dilubuk Landai yang diangkat oleh mahasiswa ISI Padangpanjang sebagai Film Dokumenter. Film Dokumenter ini berdurasi 30 menit akan ditayangkan langsung di Lubuk Landai dan disaksikan oleh seluruh Masyarakat Lubuk Landai 21/09/2013. Selain Fim Dokumenter Pakubuwono III yang ditayangkan, juga ada Film Profil Dusun Lubuk Landai dan Film Kegiatan Mahasiswa KKN PPM ISI Padangpanjang.

*) Penulis adalah Mahasiswa KKN PPM ISI Padangpanjang yang bertugas di Lubuk Landai, Kabupaten Bungo-Jambi

Sumber:
Husin Djaffar, Buku “Pakubuwono III mengikuti jejak Pamannya Pangeran Mangkubumi”
Wawancara Datuk Rio Lubuk Landai Muhammad Isa (2013)
Wawancara Ketau BPD Lubuk Landai Ibrahim (2013)
Wawancara Kaur Umum Lubuk Landai Yasri (2013)

Kategori:ARTIKEL, BUDAYA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: