Beranda > KARYA SASTRA, Puisi > Puisi Negeri Sakit

Puisi Negeri Sakit

Karya: Puisi Ansar Salihin

NEGERI SAKIT

Wajah negeri
jernih menelusuri darah duka
setelah damai diperangi negeri sakit
sakit politik mengejar cita
mendaki dasi pemimpin di rebut-rebut
tak sadar mengikat jiwa menelan nyawa raja
rela tumpah berpisah darah perang saudara
sakit duka tampa keluarga sengsara.

Tak peduli
generasi biarkan sendiri mencari terang
pejabat bunuh rakyat negeri kejam
bulan menunggu
bulan tak bercahaya
purnama sakiti negeri

Padangpanjang, 25 April 2012
DINGIN

Cahaya pergi tenggelam
awan tebal di atas negeri selimuti tubuh gigil
desau angin menusuk jiwa, hujan sepikan getir
petir bernyanyi memanggil -manggil rindukan air
gugurkan buah kering di dahan dinginkan jiwa
melayang di batu kerikil sunyi tertahan.

Padangpanjang, 27 April 2012

 

ANUGERAH AIR MATA
Air mata langit
ditutupi awan hitam
apakah tangis membasah bumi
atas berkah-Mu.

Air mata jiwa
menghapus lelah
panas riang menungu pulang
rindu pada air mata yang beselimut.

Air mata hujan
berkelabung membasah bumi
kabut kelilingi kota hujan
dingin gigilkan luka .

Padangpanjang, 28 April 2012
TERSEMBUNYI

Pagi ini wajah tak terbit
melihat insan mencari nafkah
awan hitam berpayung di kepala
memandang tak hujan
butir embun basahi rumput kering
sawah kuning tunggu berkah.

Gunung-gunung berselimut daun
lapisi kapsa tersembunyi
rinai menitik batu kecil
membuka rakmat-Mu.

Padangpanjang, 30 April 2012
MENANTI

Setahun menanti
menahan rindu bersemayam di jiwa
teringat hijau sepi berkalung embun sejuk hawanya
setahun menanti pulang bersama
tinggalkan singgalang merapi menatap
negeri berpayung hujan

Setahun menanti
bukit berselimut kabut
sinar setapak mengejar mimpi
ladang luas menunggu sepi
suci terlepas duka
setahun menanti ayah bunda
menunggu datang sebatang karang
tak mengharap berlian meraih bulan
selamat jalan doa-Nya

Setahun menanti rindu di pucuk Sumatera
dalam kalbu selalu teringat
menunggu persimpangan jalan dinda
sepi tak terpeduli jiwa selalu bersama

Padangpanjang, 1 Mei 2012

 

Kategori:KARYA SASTRA, Puisi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: