Beranda > ARTIKEL > Seni Budaya Dalam Menegakakan Jati Diri Bangsa

Seni Budaya Dalam Menegakakan Jati Diri Bangsa

Cacatan Matrikulasi Pasca ISI Padangpanjang 2012

Oleh Ansar Salihin *)

Kegiatan matrikulasi Pascasarjana Institut Seni Iindonesia (ISI) Padangpanjang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga minggu (2/9/2012) di Gedung Pascasajana ISI Padangpanjang. Enam Guru Besar dan empat Doktor sebagai pemateri yang berasal dari lima perguruan tinggi Indonesia. Pemateri yang memberikan bekal kepada mahasiswa baru Pascasarjana merupakan pakar-pakar, Guru Besar dan Doktor dibidang seni, antropologi, budaya, manajemen, dan filsafat. Semua bidang tersebut dikaikan dengan penciptaan dan pengkajian seni. Karena secara akademis dan praktisi ilmu seni tidak dapat beridiri sendiri, harus ada ilmu lain sebagai pendukung sehingga lahirlah ilmu baru penggabungan anatara antara ilmu seni dengan ilmu lainnya seperti antropologi seni, seni budaya, manajemen seni, filsafat seni dan cabang ilmu seni lainnya. Dengan demikian seni tidak hanya tidak hanya berbicara dalam konteks estitika atau keindahan saja, tetapi seni sudah berbicara dalam konteks budaya, sosial, falsafah, ekonomi, politik, religius, dan sebagainya.

Pemateri pertama Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar.,M.Hum. Guru Besar seni dan budaya ISI Padangpanjang juga Rektor ISI Padangpanjang, alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Selain itu ia juga dosen Pascasarjana Pendidikan Ilmu Budaya Universitas Negeri Padang dan Dosen Pascasarjana ISI Padangpanjang. Judul Materi yang disampaikan “Seniman dan Ilmuan Seni dalam Menjaga Kepribadian Bangsa”. Empat pokok bahasan yang disampaikan dalam kulaiah tersebut diataranya Visi dan Misi ISI Padangpanjang, Seniman dan Ilmuan Seni, Peranan Seniman dan Ilmuan Seni dan Kepribadian Bangsa.

Visi adalah suatu gambarana yang harus dicapai untuk masa depan yang berisikan tentang cita dan citra yang harus diwujudkan. Setiap perguruan tinggi memiliki suatu gambaran harus dicapai dan diwujudkan. Begitu juga dengan Instutut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang merupakan Salah Satu Perguruan Tinggi Seni di Indonesia, memilki harapan dan cita-cita yang harus dicapai. Secara rinci Visi ISI Padangpanjang adalah mewujudkan ”Seniman dan Ilmuan Seni Budaya Melayu Berjaya”. Cita-cita ini tergambar dalam Logo ISI Padangpanjang di dalamnya ada tulisan Arab “Iqrak” artinya Bacalah. Simbol ini melambangkan bahwa ISI Padangpanjang bercita-cita mewujudkan budaya Melayu yang landasan budayanya Islam.

Visi tersebut dapat diuraikan bahwa cita-cita ISI Padangpanjang akan mewujudkan seniman dan Ilmuan dibidang seni, dengan mengutamakan budaya Melayu sebagai landasan berkreativitas atau kajian untuk mewujudkan kemenagan diri, lembaga dan bangsa dan negara. Dengan demikian seorang seniman atau ilmuan seni yang menjalankan pendidikan di ISI Padangpanjang bukan hanya bertanggung jawab terhadap diri sendiri sebagai seniman, tetapi harus bertanggung jawab kepada lembaga ISI Padangpanjang, serta bertanggung jawab terhadap kecerdasan dan kehidupan bangsa dan negara.

Kemudian untuk mencapai cita-cita yang diharapkan tersebut dibentuklah beberapa misi, diantara: menyelenggarakan pendidikan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai dasar budaya melayu. Menciptakan pusat kajian dan kreatifitas seni berazaskan keilmuan dan profisonalisme, serta peka dan responsif terhadap perubahan dengan menjunjung tinggi moralitas bangsa. Menciptakan dan mengembangkan pusat informasi dan seni budaya bangsa yang bertanggung jawab. Dan memberdayakan potensi lembaga untuk kejayaan diri, lembaga, bangsa dan negara.

Apabila misi di ats dapat dijalankan dengan baik dan benar maka Ada dua profesi yang dilahirkan oleh Lembaga ISI Padangpanjang, yaitu seniman dan Ilmuan Seni. Kedua profesi tersebut merupakan akademisi seni yang mempunyai tanggung jawab yang sama terhadap bangsa dan negara. Seniman bertanggung jawab terhadap kecerdasan bangsa dengan karyanya dan ilmua seni bertanggung jawab terhadap kecerdasan bangsa dengan ilmu pengetahuannya. Meskipun kedua profresi tersebut memilki karya yang berbeda yakni karya seni dan karya Ilmiah, namun memiliki satu proses yang sama baik seniman maupun ilmuan seni sebelumnya menciptakan atau mengkaji karya harus melakukan risert. Itulah nanti pembeda antara seniman akademik dengan seniman otodidak.

Jadi peranan seniman dan ilmuan seni terhadap kepribadian bangsa adalah untuk mewujudkan karya seni dan karya ilmiah dengan mengutamakan seni budaya melayu sebagai dasar berkreatifitas atau kajian untuk mewujudkan kemenangan diri, lembaga, bangsa dan negara. Dengan demikian terciptalah generasi muda yang cerdas, berpengetahuan, kreatif dan berbudipekerti.

Kemudian pemateri kedua Dr. Franki Raden, P.Hd (Udayana Bali) alumni S1 dari Institut Kesenian Jakarta (1970) kemudian Selama 17 tahun diluar negeri menjadi seniman, mahasiswa dan dosen. Kemudian yang membuat Dr. Franki balik ke Indonesia kerana kekayaan tradisi Indonesia. Alasan ia pulang ke Indonesia adalah karena saya melihat potensi, kekayaan dan keberagaman Budaya Indonesia. Sebagaimana negara lain tidak mempunyai kekayaan tersebut. Melalui kesenian trdisi itulah nantinya kita akan memberikan sumbangan kepada dunia. Apabila kita menggarap kesenian modern dan kita pertunjukan kepada dunia, mungkin Indonesia tidak mampu bersaing. Akan tetapi tradisi Indonesialah yang mampu bersaing di dikesenian global yang mendunia.

Prof. Dr. H. Salmadanis, MA. Guru Besar Dakwah dan Pembatu Rektor II di IAIN Imam Bonjol IAIN Imam Bonjol Padang dan juga Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Memberikan materi tentang nilai Islam dan Budaya Melayu. Nilai sebagai cerminan Budaya adalah nilai bidang kajian yang menjadi perhatian utama dalam Islam, karena secara Aktual, nilai mewujudkan sikap prilaku dan gaya hidup yang dapat menempa diri agar terbiasa bersikap, berprilaku dan memiliki gaya hidup yang sesuia dengan digariskan Allah..

Pemateri Selanjutnya Prof. Dr. Niki Lukviarman, MBA (Guru Besar Corporate Govermance UNAND Padang) dengan judul materi “Organisasi dan manajeman seni sudut pandang stratejik”. Prof. Niki lebih menekankan dalm penyampaian materinya mengenai bagaimana memenej sebuah karya seni mulai dari tahap perancangan, pengorganisasian, mengarahkan, mengontrol dan sampai kepada publikasi disegmen masyarakat umum. Karya seni adalah produk industri kreatif yang tidak ada standar, oleh karena itu harus diperlukan sebuah manajemen yang matang.

Selanjutnya Prof. Dr. Yasraf. Amir Piliang (Guru Besar Institut Teknologi Bandung). Putra berkelahiran Maninjau Sumatera Barat. Latar belakangnya adalah akademisi dan seniman Seni Rupa ITB Bandung, selain itu juga ia seorang penulis buku yang bersebar bukunya di perguruan tinggi Indonesia. Materi yang disampaikan berjudul “Modernisme dan Posmodernnisme”. Menurut Prof. Yasraf Perjalanan seni terbagi atas tiga tahap yakni tradisi, Modern dan postmodern. Tradisi adalah suatu kesenian dengan bentuk kary, gaya, konvensi atau kepercayaan yang direpresentasikan sebagai kelanjutan dari masa lalu sampai masa kini. Sedangkan Modernisme sebagai proses pencarian terus-menerus “Kebaruan” dan menolak tradisi, mitos dan agama. Kemudian Posmodern menolak sifat universal atau modernisme dan kembali menerima tradisi akan tetapi merubah konsep tradisi tersebut ke wilayah kebaruan.

Prof. Dr. Edi Sedyawati (Guru Besar Universtas Inonesia Jakarta) judul materi “Teori seni dan Kritik Seni”. Ia menjelsakan ada dua teori dalam seni yaitu teori seni untuk praktek berkesenian yang meliputi penyiapan-penyiapan teknik dalam memproduksi seni. Sedangkan kedua teori untuk menganalisis seni sebagai objek kajian seperti budaya, sosial, teknologi, biologi dan lai-lian. Sedangkan untuk kritik seni yang paling diperlukan adalah analisis dan Evaluasai dari sebuah karya seni.

*) Penulis adalah Mahasiswa Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Kategori:ARTIKEL
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: