Beranda > BERITA, PENDIDIKAN > Peran Perguruan Tinggi Seni

Peran Perguruan Tinggi Seni

Kuliah Umum Bersama Prof. Djoko Santoso (Dirjen DIKTI) di ISI Padangpanjang

Kuliah Umum Bersama Prof. Djoko Santoso (Dirjen DIKTI) di ISI Padangpanjang

Padangpanjang__Kunjungan Prof. Dr. Djoko Santoso, M.Sc. (Dirjen DIKTI) ke Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang memberikan kuliah umum dengan tema Peranan Perguruan Tinggi Seni dalam Pembangunan Bangsa, Peluang dan Tantangan. Kuliah umum tersebut dilaksanakan di Gedung Horiah Adam ISI Padangpanjang, Rabu 13/11/2013. Selain memberikan kuliah umum Djoko Santoso juga meresmikan program studi Fotografi di Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Padangpanjang.

Menanggapi peranan perguruan tinggi seni dalam pembangunan bangsa, pemeritah telah berupaya untuk memperbanyak pembangunan perguruan tinggi seni. Djoko Santoso mengatakan, sekarang ini sudah ada lima perguruan tinggi seni yang berstatus negeri, diantaranya ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Denpasar, ISI Padangpanjang dan STSI Bandung. Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mendirikan empat perguruan tinggi seni dan budaya yang baru, diantaranya Institut Seni dan Budaya Indonesia di Aceh, Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.

“Lima perguruan tinggi seni yang sudah ada ditambah dengan empat perguruan tinggi seni budaya yang baru, ini merupakan keseriusan pemerintah terhadap peranan perguruan tinggi seni dalam pembangunan bangsa dan negara ini. Kedudukan perguruan tinggi seni sama kedudukannya dengan perguruan tinggi lainnya baik dalam bidang akademik maupun dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena seni itu bukan lagi sekedar hiburan, akan tetapi seni itu sudah menjadi disiplin ilmu dalam dunia pendidikan sama dengan disiplin ilmu yang lainnya seperti kedokteran, ekonomi, sain, teknologi dan sebagainya” Ungkap Djoko Santoso dalam penyampaian materinya.

Terkait masalah kualitas pendidikan di Indonesia, Djoko Santoso menjelaskan “Tingkat pendidikan di Indonesia secara umum dibandingkan dengan negara lain masih sangat rendah, ini dapat dibuktikan bahwa lulusan sarjana setiap tahunnya hanya mencapai 7 % sedangkan lulusan Sekolah Dasar mencapai 60 % setiap tahunnya. Untuk meningkatkan kualitas tersebut pemerintah memprogramkan besiswa untuk anak yang kurang mampu. Kemudian untuk meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi, perbaiki dulu kualitas dosennya. Kualitas dosen yang baik itu sudah seharusnya S3, dengan demikian diharapkan kepada seluruh dosen segara mengambil S3. Di sini juga pemerintah telah memprogramkan S3 untuk dosen baik kuliah di luar maupun dalam negeri” Tambahnya.

Ansar Salihin

Kategori:BERITA, PENDIDIKAN
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: