Beranda > ARTIKEL, KARYA SENI RUPA, Seni Murni > Karya Seni Rupa Menceritakan Sejarah dan Memberi Pesan Moral

Karya Seni Rupa Menceritakan Sejarah dan Memberi Pesan Moral

Oleh: Ansar Salihin

Sebuah lukisan karya firman (2007) merupakan salah satu lukisan yang dikoleksi dan dipamerkan oleh Galeri Taman Budaya Sumatera Barat (2012). Karya seni ini berunsur nilai budaya Minangkabau. Karena dalam lukisan tersebut dibubuhi unsur tradisi dan budaya Minang seperti Rumah Gadang dan Kerbau sedang menarik Pedati.

Latar yang digunakan adalah keadaan alam sebuah desa kecil. Tempatnya dikelingi oleh beberapa gunung dan pohon-pohon yang hijau. Jalannya masih tanah belum beraspal, disepanjang jalan menuju rumah dilengkapi dengan kolam-kolam kecil. Selain keadaan alam pelukis juga menggambarkan aktivitas kehidupan masyarakat di daerah tersebut. Sehingga keadaan alam semakin menyatu dengan realitas sosial dalam sebuah lukisan diatas kampas.

Goresan begitu halus menghasilkan teksur berkesan lembut, komponen-komponennya berbentuk jelas atau tidak abstrak. Sehingga semua orang dapat melihat dengan jelas bentuknya. Kemudian warna yang digunakan adalah warna dingin (hijau dan biru) dibantu dengan warna kuning sebagai penegas. Dengan demikian dapat menggambarkan pencahayaan pada siang hari. Hal ini terlihat di bayangan benda lukisan tersebut. Sedangkan Rumah Gadang serta bangunan lainnya tidak menggunakan warna yang terlalu jelas, Memberikan padangan bahwa bangunan tersebut sudah lama. Pandangan itu diperjelas juga pada pakaaina yang dipakai oleh masyarakat pada zaman dahulu dalam lukisan tersebut.

Rumah Gadang merupakan Rumah adat Minangkabau sebagai simbol budaya, berupa bangunan arsitektur tradisional yang masih ada sampai sekarang. Banyak filosofi yang terkandung dari Rumah Gadang, misalnya arsitektur yang begitu strategis meskipun umurnya sudah ratusan tahun bangunanya belum rubuh. Kemudian gonjong pada puncak rumah adat tersebut merupakan ciri khas rumah adat Minangkabau yang tidak dimiliki oleh budaya lain. Selain itu juga Rumah Gadang pada zaman dahulu digunakan sebagai istana raja seperti kerajaan pagaruyung. Juga tempat perkumpulan masyarakat baik musyawarah maupun acara upacara adat.

Begitu juga dengan pedati merupakan alat transportasi tradisional darat masyarakat Minang pada zaman dahulu, bentuknya berupa gerobak yang ditarik oleh kerbau. Dengan pedatilah masyarakat manggangkut barang-barang dari suatu tempat ke tempat yang lain. Sebelumnya adanya alat transportasi pada zaman sekarang seperti motor, mobil kereta api dan sebagainya.

Lukisan karya firman memberikan amanat kepada masyarakat umum, pertama: Betapa indahnya keadaan alam pada masa lalu dibandingkan dengan keadaan alam dengan sekarang. Kedua: Menngingatkan kembali masyarakat dengan sejarah budaya masa lampau serta membandingkan perannya terhadapa budaya terkini. Dan ketiga: memberikan pembelajaran moral kepada masyarakat yang ramah tamah, damai dan gigil dalam berusaha.

Berdasarkan uraian tentang lukisan firman, begitu pentingnya sebuah budaya sehingga sampai sekarang masih dijadikan sebagai rujukan dalam berkehidupan. Mukin untuk belajar hidup yang lebih baik kembali hidup seperti zaman dahulu, itu tidak mukin. Akan tetapi melalui karya seni banyak mengingatkan masyarakat ke masa lalunya. Begitulah sebenarnya peranan seni dalam masyarakat, bukan hanya memandang nilai estetikanya semata. Namun karya yang memiliki nilai estetik yang tinggi dan nilai budaya serta nilai sosial dalam masyarakat terkini.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: