Beranda > ARTIKEL, BUDAYA > Kerawang Pusaka Masyarakat Gayo

Kerawang Pusaka Masyarakat Gayo

Desain Lampu Hias

Desain Lampu Hias

PESATNYA perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam satu sisi akan menguntungkan sebagian orang, namun dilain sisi fenomena tersebut akan merugikan berbagai kalangan. Salah satu kekayaan suatu daerah adalah produk budaya tradisi memiliki nilai tak terhingga, namun produk budaya tersebut sudah mulai memudar sejak berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan. Ini adalah pilihan apakah kita akan tetap setia terhadap budaya lokal atau akan meninggalkan budaya lokal.

Salah satu produk budaya lokal yang terdapat di Dataran Tinggi Gayo baik di Aceh Tengah, Bener Meriah maupun Gayo Lues adalah motif Kerawang Gayo. Produk ini menjadi kebanggaan masyarakat Gayo karena selain memiliki nilai keindahan dari segi bentuknya juga berarti penting dalam kehidupan masyarakat Gayo itu sendiri.

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di tengah-tengah masyarakat tidak mengurangi generasi muda Gayo dalam menjaga budayanya sendiri. Dengan adanya teknologi seharusnya kita lebih mudah untuk mempertahankan budaya lokal, karena teknologi dan ilmu pengetahuan dapat dijadikan sebagai jembatan untuk berkreativitas melestarikan budaya lokal.

Salah satu produk budaya di daerah Gayo adalah Kerawang Gayo. Pemahaman masyarakat Gayo secara umum kerawang diartikan sebagai nama pakaian yang dihiasi motif ukiran. Namun pemaknaan kerawang secara lebih luas diartikan sebagai corak, hiasan, motif ukiran yang menghiasi suatu benda seperti rumah adat, pakaian adat, keramik dan perhiasan yang ada di daerah Gayo.

Meski perkembangan seni sudah sangat modern, namun dalam berkarya saya selalu konsentrasi dengan budaya lokal “Kerawang Gayo”. Baik dalam kajian sumber menganalisis karya seni maupun dalam penciptaan karya seni. Sejak awal kuliah karya saya selalu bercirikhaskan kerawang Gayo.

Kerawang itu pusaka masyarakat Gayo, sehingga dalam tugas akhir untuk mendapatkan gelar Strata Satu (Sarjana Seni). Saya menciptakan karya seni dengan judul Motif Emun Berkune dalam Seni Kriya. Motif ini bagian dari motif Kerawang Gayo terdapat di dinding Rumah Adat Gayo (Umah Pitu Ruang). Penciptaan ini bersumber dari budaya lokal kemudian dikembangkan dengan teori-teori seni rupa secara modern. Sehingga karya yang dihasilakan nantinya tidak sama persisi dengan desain motif kerawang Gayo yang asli, namun ciri khas kerawang Gayo tidak dihilangkan.

Perwujudan ini masih dalam proses tahap awal perancangan desain dan sudah diseminarkan serta dipertanggungjawabkan. Langkah selanjutnya adalah penelitian tentang kajian sumber motif Emun Berkune pada Rumah Adat Gayo di Linge dan Rumah Adat di Takengon Aceh Tengah. Ini merupakan bagian dari membantu pemerintah dalam mempublikasikan dan mengembangkan budaya lokal, semoga ada dukungan dari Pemerintah Daerah setempat.

Sumber: http://lintasgayo.co/2014/01/24/kerawang-pusaka-masyarakat-gayo

Kategori:ARTIKEL, BUDAYA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: