Beranda > BERITA, KARYA SENI PERTUNJUKAN, Musik > Pendidikan di Surau dan Realita Masyarakat Minangkabau

Pendidikan di Surau dan Realita Masyarakat Minangkabau

Pertunjukan Musik Nusantara, Rono Lamo Kurenah Kini, Komposer: Rio Eka Putra, Gedung Horiyah Adam ISI Padangpanjang (Foto: Ansar Salihin, 20/7/2014)

Pertunjukan Musik Nusantara, Rono Lamo Kurenah Kini, Komposer: Rio Eka Putra, Gedung Horiyah Adam ISI Padangpanjang (Foto: Ansar Salihin, 20/7/2014)

Padangpanjang-Kerawang__Mahasiswa Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang tampilkan pertunjukan yang berjudul Rono Lamo Kurenah Kini di Gedung Hoerijah Adam ISI Padangpanjang, Minggu, 20/7/2014 pukul 22.00 WIB. Komposer sekaligus mahasiswa teruji dalam pertunjukan tersebut adalah Rio Eka Putra S.Sn. Pertunjukan ini dilaksanakan dalam rangka ujian akhir minat penciptaan seni Musik Nusantara Program Pascasarjana.

Pertunjukan tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat di Minangkabau antara masa dahulu dan masa sekarang, khususnya pendidikan di Surau. Pada bagian awal pertunjukan manmpilkan sistem pendidikan di Surau mulai permainan anak-anak, mengaji, salawat, dan kegiatan lainnya. Sistem pendidikan di Surau merupakan pendidikan membentuk karakter generasi baik asfek mental maupun moral antara pembelajaran dunia dan agama. Sehingga adanya keseimbangan dunia dan akhirat pada diri generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sistem tersebut mulai memudar, sehingga realitanya dalam masyarakat sistem

Pertunjukan Musik Nusantara, Rono Lamo Kurenah Kini, Komposer: Rio Eka Putra, Gedung Horiyah Adam ISI Padangpanjang (Foto: Ansar Salihin, 20/7/2014)

Pertunjukan Musik Nusantara, Rono Lamo Kurenah Kini, Komposer: Rio Eka Putra, Gedung Horiyah Adam ISI Padangpanjang (Foto: Ansar Salihin, 20/7/2014)

pendidikan di surau hanya sebagai simbol budaya saja. Melalui pertunjukan seni ini, pengkarya mengajak kepada masyarakat untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai pembelajaran di Surau pada masa sekarang, walaupun pendidikannya tidak lagi di Surai. Akan tetapi pendidikan di Surau dapat diterapkan di sekolah-sekolah, TPA, dan tempan pendidikan lainnya. Melalui nilai-nilai pembelajaran demikian akan membentuk kekuatan dan keperibadian remaja yang berkarakter.

Ediwar, Ph.D, Direktur Pascasarjana sekaligus dosen pembimbing pertunjukan tersebut mengatakan “Saya bangga atas kreativitas mahasiswa Pascasarjana, dari tahap ke tahap terus meningkat dan kita selalu mendorong mahasiswa untuk terus berkarya. Sebagai Direktur Pascasarjana saya selalu memberi motivasi agar mahasiswa tamat tepat pada waktunya serta menghasilkan karya dan tetis mahasiswa selalu diupayakan dengan baik” Ungkapnya.

Ansar Salihin

  1. 20 Agustus 2014 pukul 01.46

    I used to be suggested this web site by my cousin. I am now not sure whether this publish is written by him as
    no one else recognise such designated about
    my trouble. You’re wonderful! Thank you!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: