Beranda > BERITA > Seminar Nasional Arsitektur Rumoh Aceh Bersama Dr. Kamal A. Arif

Seminar Nasional Arsitektur Rumoh Aceh Bersama Dr. Kamal A. Arif

Dr. Kamal A. Arif Sampaikan Materi Keseluruhan Seni  Arsitektur Rumoh Aceh (3/10/2015)

Dr. Kamal A. Arif Sampaikan Materi Keseluruhan Seni Arsitektur Rumoh Aceh (3/10/2015)

Jantho__Dosen Arsitektur Unpar Bandung Dr. Kamal A. Arif sampaikan materi Keseluruhan Seni Arsitektur Rumoh Aceh (Rumah Adat Aceh) pada Seminar Nasional Seni Kriya di Gedung PKK Kota jantho, Sabtu 3/102015. Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka Dies Natalis Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh. Seminar ini mengusung tema Inovasi Seni Kriya dalam Konteks Lokalitas Tradisi yang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen ISBI Aceh.

Dedy Afriady koordinator Program Studi Seni Kriya menyampaikan, Seminar Nasional ini adalah salah satu program tahunan prodi Seni Kriya. Dalam tahun ini, seminar difokuskan kepada mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus ISBI Aceh. Tahun berikutnya semoga seminar ini lebih luas lagi dapat mengundang guru, siswa dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan gagasan keilmuan dan pengetahuan tentang karya seni kriya dalam konteks lokalitas tradisi Aceh.

Dr. Kamal A. Arif menjelaskan dalam materinya, ilmu seni kriya dan ilmu arsitektur sangat terkait dan saling berhubungan. Keduanya adalah hasil gubahan seorang arsitektur/seniman/kriyawan dalam wujud nyata, berupa visual art yang dapat dinikmati dengan indera penglihatan dan rabaan. Namun ada beberapa hal mendasar yang berbeda pada hasil dari kedua bidang ilmu tersebut terletak pada hasil garapan objek. Arsitektur lebih kepada bangunan, lingkaran perkotaan dan lansekap, sementara seniman seni kriya menggeluti seni dekorasi, benda terapan siap pakai, furniture dan aneka kerajinan.

Materi yang disampaikan Dr. Kamal A. Arif terkait seni arsitektur dan seni kriya dari khasanah adat Aceh di masa lalu, Adat Aceh Rencong dan Rumah Aceh sebagai jati diri, telaah budaya teknonika rumoh Aceh, konsep Islami dalam arsitektur Rumoh Aceh, aset budaya Rumoh Aceh kini meredup dari carftmanship ke prefabrication dan upaya menghidupkan kembali aset budaya Rumoh Aceh. Materi tersebut disampaikan berdasarkan penelitian Narasumber tentang Ragam Citra Kota Banda Aceh, Interpretasi terhadap sejarah, memori kolektif dan arketipe arsitekturnya (Tesis Program Doktor UNPAR, 2006).

Dr. Kamal A. Arif menambahkan “Keberadaan Rumoh Aceh merupakan cerminan dari nilai-nilai yang hidup dan dijalankan oleh masyarakat Ace. Oleh Karena itu, melestarikan Rumoh Aceh berarti juga melestarikan eksistensi masyarakat Aceh itu sendiri. Rumoh Aceh memiliki tingkat budaya teknonika dan seni yang tinggi. Sebab bangunan ini dapat diterima dan disepakati oleh masyarakat Aceh dimulai zaman dahulu hingga sampai sekarang dapat bertahan. Oleh karena itu diharapkan kepada arsitek atau seniman kriya dapat menjadikan Rumoh Aceh ini sebagai sumber perancangan arsitektur ataupun produk kriya kriya dengan mempertimbangkan norma, tata nilai dan tingkah laku manusia yang menggunakannya” Jelas Putra Aceh ini sekarang menetap di Bandung sebagai Dosen Senior Arsitektur Unpar.

Wienansar@2015

Makalah Selengkapnya

Rumah Aceh

Rumoh Aceh

Kategori:BERITA
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: