Beranda > BERITA, KARYA SENI PERTUNJUKAN > Hentakan Seniman Aceh di Panggung DKA

Hentakan Seniman Aceh di Panggung DKA

Baca Puisi Sulaiman Juned Kolaborasi Musik bersama Moritza Thaher_Maiwansyah dan MahfudBanda Aceh__Sejumlah seniman senior bertarap nasional meriahkan peluncuran Panggung DKA di Taman Budaya Aceh Seutui Banda Aceh, Sabtu 23/01/2016. Nama-nama mereka tidak asing lagi dikalangan seniman dan masyarakat di Aceh diantaranya Sulaiman Juned, Ampuh Devayan, Iwan Sunaryo, Yudi Kurnia, Moritza Thaher, Maiwansyah, Popi Gade, Arifin dan Muhrain.

Peluncuran panggung DKA yang pertama ini juga dihadiri oleh mantan Kepala Taman Budaya Aceh Sujiman A Musa sekarang menjabat sebagai Wakil Rektor di Universitas Al-Muslim Bireun. Selain itu juga hadir seniman lainnya serta penikmat seni dan masyarakat umum yang ikut menyaksikan peluncuran Panggung DKA.

Acara ini dipandu oleh Ampun Yan dan Apa Gense yang keduanya juga seniman, sehingga acara yang diselnggarakan malam itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Sebelum pembukaan acara diawali dengan pertunjukan musik oleh Iwan Sunaryo, Moritza Thaher, dan Maiwansyah membawakan lagu Aceh Loen Sayang.

Kemudian setelah sambutan Ketua DKA dan Wakil Ketua DPR Aceh dilanjutkan dengan baca puisi Penyair Sulaiman Juned berkolaborasi dengan musik dimainkan Moritza Thaher, Maiwansyah dan Mahfud. Sulaiman Juned membca puisi berjudul Aceh, merupakan gambaran dan kritikan terhadap kondisi Aceh saat ini. Pertunjukan kolaborasi ini sempat menghipnotis penonton, kandidat doktor penciptaan seni ini membaca puisi penuh dengan ekspresif dan penghayatan yang tinggi.

Setelah baca puisi Sulaiman Juned dilanjutkan dengan baca prosa Ampuh Devayan, meskipun dalam keadaan sakit duduk di atas kursi roda, mantan redaktur budaya Harian Serambi Indonesia tetap semangat dalam menghadiri kegiatan kesenian di Aceh. Ampuh Devayan juga membaca prosa tentang Aceh, baik kondisi masa lalu, sekarang dan yang akan dapat. Bagaiman tidak, melalui teks yang ia baca sangat menyentuh hati penonton menceritakan tentang kondisi politik, sosial masyarakat Aceh yang sangat berbeda dengan masa lalu.

Kemudian tampil juga pennyair muda Muhrain mahasiswa Pascasarajana Universitas Syiah Kuala. Lalu dilanjutkan pertunjukan musik Arifin dan kawan-kawan dengan lagu gaya lama. Araca ini ditutup dengan penampilan musik Popi Gade, yang seharian merupakan seniman yang ahli dibidang vokal group atau paduan suara.

Win Ansar

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: